Jikalau sebagai tolok ukur negara modern dan beradab adalah negara yang menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia (HAM) adalah bangsa-bangsa barat baik itu negara Eropa seperti contohnya Perancis...,well, era sekarang boleh jadi betul. Image Prancis sekarang ini adalah negara dengan penduduk multi ras, salah satu poros fashion dunia, dan yang paling menarik tentang Prancis adalah semangat Seni, Bohemian & Intelektualitasnya. Banyak filsuf, budayawan dan seniman besar berasal atau melahirkan hasil-hasil pemikiran nya pada saat berada di Prancis.
Kemudian kita geser pandangan peta kita ke benua Amerika Utara, United States of America tepatnya. Sejak runtuhnya Uni Sovyet maka praktis satu-satunya negara adikuasa di planet bumi saat ini adalah Amerika. Negara yang mengibaratkan diri sebagai "The Land of the Free" ini berani dan sangat percaya diri mengajukan diri sebagai pemimpin Demokrasi di dunia, bentuk negara yang Serikat/Federal terbukti berhasil membangun "ibu kota negara" terkenal mendunia lebih dari satu, tidak hanya Washington DC, tapi juga ada New York, Los Angeles, Las Vegas, Seattle, Boston, Honolulu dll.
Tapi baik Prancis dan Amerika dengan segala kehebatannya itu tidak dibangun dalam semalam, sejarah panjang mengiringi perjalanannya hingga sampai pada keadaan sekarang ini. Beberapa diantaranya adalah sejarah kelam dan berdarah, Prancis misalnya ;
- Pernah mendengar ungkapan terkenal "L'État, c'est moi" ("Negara adalah saya"), kalimat itu dilontarkan oleh salah satu raja Prancis yang paling terkenal yang berkuasa pada tahun 1643 - 1715 yaitu Louis XIV yang dijuluki Raja Matahari sebagai perwujudan kekuasaannya yang sangat absolut.
- Revolusi Perancis; antara tahun 1789 dan 1799 di mana para demokrat dan pendukung republikanisme menjatuhkan monarki absolut di Perancis dan memaksa Gereja Katolik Roma menjalani restrukturisasi yang radikal. Massa mengarak para keluarga kerajaan dan kroninya menuju lapangan untuk selanjutnya dieksekusi dengan Guillotine (alat pemancung kepala).
- Siapa yang tidak tahu sebuah nama Napoleon Bonaparte (1769-1821), penguasa asal Prancis ini hampir menguasai seluruh daratan Eropa baik dengan cara diplomasi maupun dengan cara perang, dengan cara diplomasipun semata-mata negara lain yang akan diinvasi sudah terlebih dahulu takut jika berhadapan dengan pasukan Napoleon, artinya bagaimanapun juga Prancis jaman Napoleon menguasai negara lain dengan cara Militer.
- Sebelum terlibat perang dengan Amerika, Vietnam terlebih dahulu merupakan negara jajahan Perancis, saat dijajah masih bernama Indochina Perancis (1887-1954). Selama masa pendudukannya tentu saja Perancis mendapat perlawan dari rakyat Vietnam.
Kemudian Amerika, Amerika pun mengalami sejarah kelam dan berdarah :
- Perang Saudara/Civil War (1861-1865); adalah perang antar wilayah Utara dan Selatan Amerika Serikat, wilayah Utara menyebut diri Union sedangkan wilayah Selatan disebut Konfederasi. Menurut catatan sejarah kurang lebih 500.000 serdadu dari kedua belah pihak tewas selama Perang Saudara.
- Beberapa Presiden mereka dibunuh oleh "bangsa sendiri" ketika masih menjabat, diantaranya yang paling terkenal adalah: Abraham Lincoln (ditembak 15 April 1865) dan John F. Kennedy (ditembak 22 November 1963).
- Masalah kulit hitam di Amerika merupakan persoalan yang panjang negara itu, salah satu pemicu Perang Saudara adalah masalah perbudakan, dimana wilayah utara menghentikan perbudakan sedangkan wilayah selatan menginginkan perbudakan tetap dipertahankan. Pada era 1920an sampai menjelang Perang Dunia ke-2 pada beberapa wilayah Amerika sering terlihat kulit hitam atau dengan stigma rasis disebut "Negro", dihakimi massa tanpa alasan yang jelas dengan cara dibakar hidup-hidup kemudian mayatnya digantung pada pohon. Pada banyak fasilitas umum dipasang pengumuman "Negro dan Anjing Dilarang Masuk". Ada sebuah kelompok radikal kanan yang terkenal yang mendalangi gerakan-gerakan "pemberantasan" kulit hitam yaitu Ku Klux Klan (KKK), sebuah perkumpulan berideologi Fasis kanan, Supremasi Kulit Putih.
Salah satu pejuang hak-hak sipil kulit hitam, Martin Luther King tewas ditembak pada 4 April 1968 oleh seorang kulit putih bernama James Earl Ray.
Konteks tulisan ini adalah mencoba mengkomper/membandingkan dengan Republik Indonesia yang merdeka pada 17 Agustus 1945 dengan Perancis maupun Amerika dari sisi rentang waktu berdirinya ketiga bangsa tersebut. Entitas Perancis dimulai jauh di tahun 486 M, dan berdiri sebagai negara berbentuk Republik pada tahun 1792, sedangkan Amerika memproklamasikan sebagai negara merdeka lepas dari pemerintah kolonial Inggris pada 4 Juli 1776.
Konsern saya adalah betapa Indonesia bertatih-tatih berusaha menjadi negara modern yang beradab dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia. Yang patut dibanggakan adalah sebuah kenyataan sejarah bahwa Deklarasi Penghormatan Hak Asasi Manusia dirumuskan oleh para Pendiri Bangsa/Founding Father (Sukarno, Hatta, Syahrir, Agus Salim dkk) terangkum dalam Pembukaan/Preambule UUD pada tanggal 17 Agustus 1945, yang isinya secara garis besar menyatakan : "Bahwa Kemerdekaan adalah Hak Semua Bangsa, dan oleh sebab itu Penjajahan di Atas Dunia Harus Dihapuskan Karena Tidak Sesuai dengan Perikemanusiaan dan Perikeadilan", sedangkan Deklarasi Hak Asasi Manusia secara internasional baru dicanangkan oleh Persatuan Bangsa-Bangsa pada 10 Desember 1948, ini artinya Indonesia 2 tahun lebih dahulu menyadari pentingnya menjunjung Perikemanusiaan dan Perikeadilan dibanding organisasi dunia.
Namun kenyataannya dalam perjalanan berbangsa jejak berdarah dan kelam mewarnai perjalanan bangsa Indonesia, sebut saja; tragedi September 1965, Invasi Timor-Timur 1975 (akhirnya lepas pada tahun 1999), Daerah Operasi Militer era tahun 1990an, tidak terlindunginya kaum minoritas, kelompok organisasi masyarakat berlandaskan agama yang bertindak dengan merusak dan bar-barian berdalih mengamankan dan lain sebagainya.
Untuk menjadi negara modern dalam arti beradab dan menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia jika mengambil contoh negara Perancis dan Amerika (well,...kalau ada pendapat yang menyanggah dan mempertanyakan keberadaban Amerika jika melihat cara mereka mengedepankan demokrasi "ala koboi" dan bertindak sebagai polisi dunia dengan dalih "menyelamatkan demokrasi" dengan cara menguasai politik, ideologi dan ekonomi, saya sependapat dengan anda, saya pun benci cara-cara Amerika ditilik dari sisi tersebut. Namun secara normatif (atau relatif?) harus jujur diakui bahwa , Amerika modern dan makmur) ternyata perlu waktu dan proses yang panjang, Perancis dan Amerika menjadi seperti sekarang pun setelah mengalami beberapa kejadian berdarah dan kelam, namun boleh jadi kuncinya adalah belajar dari kesalahan sejarah.
Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa kalau Indonesia mau modern harus ada presiden/pemimpin yang ditembak mati atau dipancung dengan Guillotine, atau harus ada perang saudara, atau harus ada kaum minoritas yang dibakar kemudian mayatnya digantung (eh, tapi kayanya yang satu ini kejadian ya di Indonesia?astagfirulloh, semoga tidak terjadi lagi), namun sebagaimana kedua negara tersebut diatas bisa menjadi seperti sekarang, sebaiknya kita selalu belajar dari sejarah baik sejarah bangsa sendiri maupun sejarah dari bangsa lain. Semoga kelak Indonesia menjadi negara seperti yang diharapkan oleh para Pendiri Bangsa;
"membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial"
Bobby Setenk
2 Oktober 2012