Jumat, 31 Oktober 2014

Pestisida, Depresi & Bunuh Diri

Ada yang menarik pada artikel "Kilas Iptek" pada harian Kompas terbitan Jumat 24 Oktober 2014. Isi artikel itu mengatakan bahwa Pestisida tingkatkan risiko depresi dan bunuh diri. Penelitian menunjukan bahwa pestisida mengubah kimia otak petani dengan mempengaruhi kesehatan mental.
Berdasarkan penelitian ahli epidemiologi Institut Ilmu Kesehatan Lingkungan Nasional (NIEHS) Amerika Serikat memperlihatkan penggunaan insektisida Organoklorin meningkatkan risiko depresi hingga 90% dibandingkan tanpa pestisida. Sementara penggunaan pestisida dengan Fumigami (pengasapan) meningkatkan depresi sebesar 80%.
Insektisida bekerja mengganggu sel saraf serangga, tetapi pada dosis  tinggi bisa mengubah sel saraf manusia. Penelitian di Brasil, petani pengguna pestisida  lebih mungkin bunuh diri, kemudian di Zhejiang, Tiongkok, warga penyimpan pestisida di rumah berisiko dua kali lebih tinggi untuk bunuh diri.

Saat ini saya belum mendapat informasi teranyar bagaimana dengan di Indonesia sebagai negara agraris yang sebagian besar masyarakatnya hidup dari bertani dan berkebun, apakah penggunaan pestisida masih sedemikian masiv. Kalau iya, semoga petani Indonesia dikuatkan imannya.

-Revolta-
30 Oktober 2014

Kamis, 23 Oktober 2014

Sisi Gelap Situs Jejaring Sosial

Buat yang suka update status di situs jejaring sosial (social network) semoga lebih bijak kedepannya, tanpa mengurangi rasa hormat dan turut berduka cita kepada korban Almarhumah Ade Sara maupun keluarga yang ditinggalkan, kejadian tersebut semoga menjadi warning buat kita semua agar tidak perlu memposting hal-hal seperti; sedang dimana kita, apa yang sedang kita makan, sedang apa kita dll sbgnya yang intinya keseharian kita.

Selain hal tersebut tidak penting, juga menghindari dari kemungkinan perbuatan jahat dari orang yang memang berniat jahat kepada kita. Tersangka Assifa dan Hafitd mendapat kesempatan/momentum untuk berbuat jahat setelah keberadaan korban terlacak karena korban memposting keberadaannya melalui Path.

Bukan tidak mungkin karena kebiasaan kita memposting makanan kegemaran kita apalagi ditambah mengupload foto makanan yang akan kita santap ditambah pula mengumumkan di restoran mana kita sedang makan maka siapapun yang berniat berbuat jahat mendapat informasi banyak akan kegemaran makananan kita kemudian menghampiri lokasi tempat kita makan dan menuangkan atau menaburi racun pada makanan yang akan kita santap.

So guys, makin banyak orang "sakit" diluaran sana, semoga semakin bijak dalam menggunakan situs jejaring sosial.

*cek berita selengkapnya http://megapolitan.kompas.com/read/2014/10/21/20533231/Sebelum.Membunuh.Assyifa.dan.Hafitd.Telusuri.Keberadaan.Ade.Sara.lewat.Path