Senin, 20 April 2015

Jalan Setapak Seorang Ayah

Sore itu menjelang malam
Gelap mulai menerkam 

Seorang lelaki dewasa berjalan menyusur di sisi
Lewati satu rumah kosong, kemudian dua, tiga sampai rumah keempat
Semua rumah gelap dan mati

Beberapa saat lalu baru saja ia lewati sebuah rumah bersalin
Disanalah terlahir anaknya yang terharap seorang lelaki

Ketika sang bayi terlahir lelaki itu menangis meraung-raung
Tak satu orang pun dapat menghentikannya dari isak sesalnya
Anaknya terlahir namun telah membiru tanpa nyawa

Kembali, ia lanjutkan saja langkahnya hingga melewati surau
Ada ia rasakan bisikan dalam kalbu
"yah...sholat ayah, sholat ayah, Doakanlah aku"

Yakin lelaki itu, jiwa halus anaknyalah yang meminta
Kemudian berhenti ia di muka surau, berkata 
"iya nak, ayah segera sholat" 
Lalu tak terasa pipinya hangat oleh air mata


Serang, 20 April 2015
to my beloved son
MICKA REVOLTA