Kamis, 05 November 2020

BOIKOT PERANCIS


Paska peristiwa dihantamnya menara kembar World Trade Center oleh pesawat yang dibajak pada peristiwa yang dikenal dengan sebutan 911 (11 September 2001), Amerika langsung mendeklarasikan “Perang kepada teroris” (War on Terror/WoT). Sebutan lainnya adalah Global War on Terrorism dan juga U.S War on Terror. Amerika menuduh bahwa dalang utama dibalik serangan 911 adalah kelompok Islam Radikal atau Islam Fundamentalis.
Tindakan konkrit Amerika atas WoT adalah apalagi kalau bukan kampanye militer. Amerika kemudian menggalang para koalisinya untuk menyerang negara-negara yang dituduh penyokong Islam radikal. Namun diluar dugaan, Perancis yang memiliki ikatan sejarah kuat dengan Amerika menolak bergabung dalam koalisi militer kampanye WoT. Dasar pertimbangan Perancis memandang tuduhan Amerika untuk menyerang negara sasaran kampanye militer itu (Afganistan dan Irak) adalah lemah. Hal lain yang menjadi kekhawatiran Perancis adalah bahwa paska 911 di sebagian besar dunia belahan barat muncul terminologi ISLAMOPHOBIA.
Perancis adalah negara Eropa yang warga negaranya multi-kultur dan multi-agama. Semboyan Perancis Liberte-Egalite-Fraternite yang artinya Kebebasan-Kesetaraan-Persaudaraan dipegang betul sebagai prinsip bernegara mereka.
Di sisi lain Perancis memafhumi bahwa sejarah negara mereka tidak bisa dilepaskan dari sumbangsih para imigran-imigran yang tidak sedikit berasal dari negara Islam seperti Maroko, Tunisia dan Aljazair. Saat Perang Dunia I kemudian Perang Dunia II, terdapat kompi tentara multiras Perancis yang disebut Legiunaire. Pasukan Legiunaire banyak berasal dari negara yang saya sebut sebelumnya, yang tentunya beragama Islam. Tentunya mereka mempersembahkan darah dan nyawa mereka untuk kejayaan Perancis. Untuk alasan itulah Perancis menolak bergabung bersama kampanye militer Amerika dalam WoT.
Sikap Perancis tersebut membuat Amerika berang. Amerika menganggap Perancis tidak tahu berterimakasih atas jasa mereka pada saat Perang Dunia II, yang kala itu pasukan Amerika membebaskan Perancis dari cengkraman Nazi Jerman pimpinan Adolf Hitler. Padahal sebenarnya jauh kebelakang saat Amerika masih dijajah Inggris, dan belum berbentuk negara Amerika, justru terlebih dahulu Perancislah yang membantu perjuangan perang kemerdekaan Amerika melawan Inggris.

Atas prakarsa politisi dari Partai Republik (partai ini berhaluan konservatif dan sayap kanan) menyerukan pemboikotan produk-produk “berbau” Perancis. Sebagian masyarakat Amerika yang percaya bahwa mereka sedang berperang melawan Islam Radikal menyambut seruan politisi Partai Republik tersebut. Sampai-sampai French Fries (kentang goreng) yang merupakan sajian menu pendamping utama restoran-restoran cepat saji di Amerika merubah penamaannya menjadi “Freedom Fries” atau “American Fries”. Mereka menganggap “French” identik dengan Perancis. Padahal aslinya kentang goreng atau French Fries berasal dari Belgia.

-Sekian dulu- catatan : Momen tulisan, pas rame2nya boikot produk Perancis gegara statemen Presiden Macron