Sudah menjadi kebiasaan The Cocons setiap malam minggu mereka latihan band, dan sudah menjadi habit (kebiasaan.penulis) pula dalam setiap aktivitas bermusik mereka minuman beralkohol ditenggak oleh David, Joe dan Chris, kali ini Jack D jadi korban mereka. Kecuali drummer mereka Danny, nih anak cuma doyan canabis !!. Dan hal itu tidak menjadi masalah buat the Cocons, malah mereka seneng banget sama keadaan DAnny seperti itu. Suatu kali David bilang ke Danny ; “Danny my men…., pertahankan prestasimu, smoking from rasta Jah !!”
Jeda satu lagu, tante yang punya studio, dari kaca sudah memberi kode dengan mengacungkan satu jari telunjuknya. Anak-anak the Cocons sudah paham, berarti waktu rental studio sudah hampir habis dan ada kesempatan 1 lagu lagi.
Tuh tante studio udah berumur juga masih enak diliat. Rambut nya dicet pirang n suka pake rok mini pula, n gayanya itu loh....kecentilan. Suka ngelempar joke-joke porno. Pernah suatu kali pas the Cocons mau latihan Joe berbasa-basi ngajak tante nyanyi bareng the Cocons, dia bilang, “aahh..tante sih lebih suka karokean, tapi pake mick yang alot”.BUSSSEEEEETTT!!!. Malam itu tumben si tante ngasih kode pake satu jari telunjuk, biasanya kodenya satu jari tengah !!!! Si Chris bilang ; “kayanya si tante “bisa” nih…..”. Pokonya high quality MILF lah!
(MILF, kepanjangan dari “Mother I Like/Love to F*ck”. Istilah yang terkenal di Amrik sana untuk mengkategorikan perempuan berumur diatas 35 tapi masih kliatan cantik & seksi.penulis)
Sebagai lagu terakhir dalam latihan kali ini sebuah lagu cover dari Black Sabbath “Iron Man” dimainkan ;
Has he lost his mind
Can he see or is he blind ?
Can he walk at all,
Or if he moves will he fall ?
Is he live or dead ?
Has he thoughts within his head ?
We'll just pass him there
Why should we even care ?
Nobody wants him
They just turn their heads
Nobody helps him
Now he has his revenge
Jam menunjukan setengah satu dini hari ketika mereka keluar studio. “Kemana kita?”, tanya Chris. “Gw balik ah, ngantuk gw…”, kata Danny. “Sama…gw juga balik, tadi seharian gw ke Kemang trus lanjut ke Sabang nyari CD....cape gw”, kata David. “Elo Joe?.., jangan bilang lo mo balik juga...”, kata Chris dengan nada sedikit mengancam. Tanggapan Joe cuma tersenyum penuh arti kemudian dia bilang, “Vonny waiting...heeeee”. “Payah lo semua...!!, c’mon guyss..., gw masih tinggi nih..masih asik bawaannya. Pengaruh Jack D blom ilang, jalan dulu ke’, nongkrong dulu ke’ “, pinta Chris. “Sorry men…minggu depan deh, kita nongkrong sampe pagi, beneran nih gw cape banget”, balas David. “Dah ah..,gw cabut!! CU guys..”, kata Danny sambil nyemplak motor Kawasaki ninja nya.
Akhirnya ketiga kawan Chris pergi meninggalkannya sendirian, masih di pelataran studio. Clingak-clinguk sendiri macam burung Bangau di sawah, “kemana yah gw…?”, kata Chris membatin. “Ah…gw jalan aja lah kemana ke’ “, katanya lagi. Kemudian dia menyetop bus malam yang masih beroperasi, tidak jelas bus menuju kemana, yang penting dia bisa meninggalkan tempat itu. Sepertinya malam itu Chris memendam suatu perasaan yang dia sendiri ingin membawa pergi jauh. Entah apa, sementara ini hanya dia yang tahu.
“Kiri bang....”, katanya kepada kernet bus. Dia sampai di suatu tempat yang pencahayaannya remang di bawah fly over, entah dimana. Alasannya dia untuk turun dari bus tadi karena HIV....Hasrat Ingin Vivis, udah ga ketahanan karena udah diujung.
“Naaahh...ada pohon nganggur tuh...”, katanya. Tanpa tedeng aling-aling (halah..bahasa apa pula.penulis) dia membuka resleting celananya…dan…seeeerrrrr….
“Haaaaaahhh...lega gw...”, katanya sambil tertawa kecil sendiri.
Setelah membuang hajatnya, dia melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menyusuri trotoar.
Di depan dia melihat seorang gadis seksi berambut panjang, badannya wangi, memakai rok jeans yang digunting asal sejengkal diatas dengkul, sendal berhak tinggi, memakai baju model harajuku yang lagi nge-tren dikalangan para gadis Jakarta gara-gara penampilan duo Ratu Maia n Mulan yang fresh look pada saat mereka belum bubar, tampak bagian atas belahan buah dada yang putih bersih menyembul di bagian atas baju yang dikenakannya. Gadis itu sedang menerima telpon dari Hand Phonenya. Chris terpana melihatnya kemudian melempar senyum. Terdengar gadis yang sibuk berbicara dengan lawan bicara di HP nya berkata, “eh…ntar lo telpon gw lagi…gw ada temen nih”. Dia menutup HP dan berkata kepada Chris, “haayyy cowo mo kemana?...sendirian aja nih”. Emang itu yang diharapkan Chris, ditegur sama Gadis sexy tadi. “Ga tau nih….jalan-jalan aja”, kata Chris. Kemudian disambungnya, “nah elo ngapain di tempat kaya gini ?”. Si cewe membalas dengan nakal, “nyari mangsa…”. Otak Celebrum Chris tanggap secara cepat bagaikan otak processor Intel Pentium yang terbaru dan tercanggih dalam memproses data ngadepin situasi kaya gini. Sebuah kalimat cepat meluncur dari mulutnya ; “….nih gw mangsa…”. Gadis itu dibuat malu oleh jawaban tak kalah nakal Chris, kemudian dia tertawa. Chris berkata, “eh cw…lo mau ga nemenin gw?…”. Si gadis menjawab, “boleh aja…tapi setiap jengkal kota ini ada harganya” (thanxxxxxxxxx to The Brandals buat lirik super keren itu !.penulis). Chris bereaksi, “Whaaaattt??!!!!”. Belum sempat Chris berkata lagi, si cewe melanjutkan kata-katanya, “biasanya tarif gw buat long time 1,5 jeti (juta.penulis)….., tapi karena gw suka sama lo, lo gw kasih harga 500 deh…long time…kita ke hotel, trus kita minum, santayy, pokonya kita seneng-seneng malem ini”.
Chris Van Gill nama lengkapnya, sejauh ini banyak cewe yang nge fans sama Chris. Garis keturunannya cukup bagus, Bapaknya orang Belanda, sedang ibunya dari Manado, maen gitarnya ok karena gitaris panutannya Angus Young dari AC-DC dan Abdee Negara dari Slank, pembawaannya ramah n supel, potongan rambut nya sekarang mirip Junot di film Realita, cinta dan Rock n Roll. Tampang Indo.
Chris berpikir sejenak, kemudian dia tanya, “servis lo asik ga?”. “Gw jamin lo puas…addict malah sama gw”. Satu kata keluar dari mulutnya, “wawww..” terus….”glek”. “OK deh…”, kata Chris semangat sekali dia.
Mereka pun menyetop taksi dan membawa mereka ke hotel “check in”. Tak berapa lama mereka sampai ke hotel tujuan. Urusan Front Office slesai langsung mereka menuju kamar.
“Eh cewe…,gila ye…masa dari tadi gw blom tau nama lo”, kata Chris. “eh iya....lo panggil aja gw Ocha”, kata gadis itu. “Gw Chris...”, balas Chris. Mereka pun melanjutkan dengan pembicaraan kecil, dan tentu saja...alkohol...kali ini yang light (ringan.penulis).....2 botol beer dicampur minuman energi yang dibeli di cafe hotel. “Cha...lo cantik banget sii...”, kata Chris. “Makasih”, kata Ocha, tampak Ocha tersanjung dengan pujian entah ikhlas atau gombal dari Chris. Ocha merebahkan dirinya ke kasur. Bahasa tubuh yang sangat dipahami Chris. Chris mendekati Ocha….kini bibir mereka berdua bertemu….,lincah dan kreatif tangan Chris menari di tubuh Ocha (ga perlu lah gw jelasin detail gimana “permainan” Chris, nanti malah jadi stensilan ala Enny Arrow donk crita gw ini, padahal kan tema nya rock n roll !! btw masih ada ga sii stensilan??trus Enny Arrow tuh sebenernya siapa yaks??.penulis). Malam itu bener-bener H-O-T !!!! Sampai kedua anak manusia itu Chris hanya mengenakan Celana Dalemnya, sedangkan Ocha tinggal two pieces.
Gantian kali ini Ocha bekerja keras nan kreatif, tangan nya sigap masuk ke dalam CD (Celana Dalem.penulis) Chris dan menyentuh kemaluannya. Tiba-tiba…..; “MELLAAAAAAA !!!!!”…..”, Chris spontan teriak. Ocha pun kaget, “kenapa Chris??!!”. Chris langsung duduk di pinggir kasur menutup muka dengan telapak tangan nya. “Ya Tuhaaaannn……, maapin gw Mell,…ini salah…gw salah”, kata Chris dengan nada menyesal. Dia pun menangis. Ocha si gadis sexy cuma bisa bengong dengan pemandangan di depan matanya. “Sorry Cha....gw ga bisa ngelanjutin ini...lo ambil sendiri bayaran buat lo di dompet gw, gapapa....”. Ocha pun mengenakan kembali pakaiannya dan mengambil uangnya seperti kesepakatan mereka. “Lo yakin ga mau lanjut?”, tanya Ocha bersiap-siap meninggalkan kamar hotel. “engga Cha, sorry banget...gw suka elo...tapi gw ga bisa banget melakukannya malem ini..., sorry ya”, kata Chris. “Ya gapapa, no problem lagee.., tp kalo pengen ketemu gw lagi nih nomer HP gw...anytime buat elo gw siap”, kata Ocha sambil nyerahin secarik kertas yang sudah dituliskan Nomor HP nya. “Thanks Cha...”, kata Chris. “Bye-bye..CU yah”, Ocha pun meninggalkan kamar hotel.
Tinggalah Chris sendiri di kamar hotel, sudah kembali mengenakan celana jeansnya namun masih bertelanjang dada, tampak tato motif tribal di lengan kanannya. Duduk di kursi kamar hotel sambil merokok dan menenggak sisa beer tadi.
Pikirannya menerawang jauh, mengingat ke masa lalu saat-saat bersama kekasihnya………Mella.
Mella kekasih Chris, tewas dua bulan yang lalu. Dia Over Dosis akibat terlalu banyak menggunakan putaw. Mella tewas dipangkuan Chris.
Katalog
- ANEURYSM (cerita pendek bersambung) (3)
- CATATAN REVOLTA (24)
- Cerita Hari Ini (11)
- Cerita Rock n' Roll (1)
- Rekomen Film (2)
- Review Buku (1)
- Review Film (3)
- Sastra Petir (11)
Selasa, 25 Mei 2010
Kamis, 06 Mei 2010
BANK DUNIA DAN SRI MULYANI
Ada berita yang cukup mencengangkan 3 hari terakhir ini, yaitu ditunjuknya Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjadi Managing Director atau Direktur Operasional Bank Dunia mulai 1 Juni 2010 menggantikan pejabat lama yang akan habis masa jabatannya pada 30 Mei 2010, Juan Jose Daboub. Saya sebut mencengangkan bukan karena ada wakil Indonesia aktif duduk sebagai salah satu pejabat teras suatu organisasi level Internasional, namun sebagaimana kita ketahui bahwa beliau saat ini berada dalam pemeriksaan dugaan penyelewengan uang negara sebesar Rp 6,7 triliun.
Sedemikian maha pentingkah jabatan di Bank Dunia?, apa dan bagaimana Bank Dunia?, dibawah ini saya akan paparkan sedikit;
International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) -- lebih dikenal sebagai World Bank/Bank Dunia -- merupakan sebuah lembaga keuangan internasional yang pertama. Didirikan pada 27 Desember 1945 setelah ratifikasi internasional mengenai perjanjian yang dicapai pada konferensi yang berlangsung pada 1 Juli–22 Juli 1944 di kota Bretton Woods. Markas Bank Dunia berada di Washington, DC, Amerika Serikat. Secara teknis dan struktural Bank Dunia termasuk salah satu dari badan PBB, namun secara operasional sangat berbeda dari badan-badan PBB lainnya.
Meskipun IBRD telah berkembang pesat selama beberapa dekade, struktur dasar dalam Anggaran Dasar tidak berubah. Anggaran Dasar tersebut menggambarkan prinsip-prinsip dan tujuan-tujuan organisasi secara umum, sementara untuk perincian operasional diserahkan kepada pihak manajemen Bank Dunia dan dewan direktur eksekutif.
Tujuan utama Bank Dunia adalah membantu pembangunan di negara anggota dengan memberikan fasilitas investasi dana untuk tujuan-tujuan yang produktif. Juga untuk menciptakan pertumbuhan perdagangan internasional dalam jangka panjang dan seimbang dengan cara mendorong investasi internasional. Dengan demikian membantu dalam meningkatkan produktivitas, standar hidup, dan kondisi buruh. IBRD melakukannya dengan jaminan investasi swasta serta pinjaman langsung yang diambil dari modalnya sendiri. Perbaikan dan pembangunan mendapatkan prioritas yang sama dalam aktivitas Bank Dunia.
Modal awal Bank Dunia sebesar 10 miliar dolar AS, senilai 70 atau 80 miliar dolar AS pada tahun 1993. Itu merupakan "jumlah yang besar" seperti yang diamati oleh para delegat di Bretton Woods, yakni "jauh melebihi modal bank mana pun".20 persen dari modal akan dibayarkan oleh negara-negara anggota dan sisanya (80 persen) akan "dicantumkan" sebagai jaminan. Rasio dari pembayaran sampai modal yang dapat diambil telah menurun selama bertahun-tahun. Pada tahun 1993 modal keseluruhan Bank Dunia 165,59 miliar dolar AS, dan hanya 10,53 miliar dolar dibayarkan.Jaminan oleh negara-negara industri utama (modal bank yang dapat diambil) membuat Bank Dunia dapat menaikkan uang untuk peminjaman dengan meminjam dari pasar modal internasional; Bank Dunia menarik bunga dari para peminjam sebesar setengah persen di atas ongkos peminjaman, menyimpan selisih bunga itu untuk membiayai pengeluaran operasional dan untuk menambah cadangan. Keanggotaan dalam IMF adalah prasyarat untuk dapat bergabung dengan Bank Dunia.
Bank Dunia hanya memberikan pinjaman untuk "proyek-proyek tertentu", yang dalam praktiknya adalah bendungan, jalan raya, pembangkit listrik, dan sebagainya. Bank Dunia harus memastikan bahwa dana pinjaman hanya digunakan untuk tujuan-tujuan yang sesuai dengan ketentuan penjaminan pinjaman, dengan perhatian pada pertimbangan atas ekonomi dan efisiensi, tanpa memandang pertimbangan atau pengaruh politik atau faktor nonekonomi yang lain".
Staf Bank Dunia akan melakukan kunjungan selama beberapa hari atau beberapa minggu ke negara sasaran. Hasil kunjungan itu kemudian digabungkan dengan riset data di belakang meja. Setelah itu, staf tersebut memerintahkan suatu pengumpulan data untuk menyusun rencana pembangunan bagi setiap aspek yang relevan dari kerangka sosial suatu negara.
Bank Dunia akan terus mengamati score pemerintah saat menyusun rencana tersebut, yang tentu saja akan berupaya meregulasi "setiap aspek yang relevan" dari masyarakat. Berdasarkan pengumpulan, penyaringan dan pengorganisasian informasi Bank Dunia, maka lembaga pendonor lainnya akan membantu memberikan dana untuk setiap elemen utama pembangunan yang dirumuskan di bawah pengawasan Bank Dunia.
Bank Dunia menekankan aspek kuantitas bukan kualitas dari proyek-proyek yang didanainya, sehingga salah satu syarat pendanaan pada suatu negara adalah terjaminnya “stabilitas” dibidang ekonomi. Hal tersebut memaksa pemerintah menerapkan privatisasi perusahaan-perusahaan negara, membuka selebar-lebarnya investasi asing (liberalisasi) dan diterapkannya upah buruh yang rendah.
Di bidang lingkungan hidup, perambahan hutan (deforestasi) dikonversi menjadi perkebunan sehingga dimaksudkan agar lebih bernilai ekonomis. Di era Presiden Suharto, pembukaan sejuta hektar lahan gambut (rawa) untuk dirubah menjadi perkebunan kelapa sawit. Kebijakan tersebut berakibat kehancuran ekologis, dikarenakan fungsi lahan gambut sebagai daerah resapan air dikonversi (alih fungsi) menjadi perkebunan, mengakibatkan bencana banjir besar.
Belum lagi mental-mental pemerintah korup di Negara yang menjadi donor Bank Dunia,
India bisa dijadikan contoh lain mengenai korupsi dan penyelewengan bantuan untuk kaum miskin, sejak negeri itu (dan tampaknya untuk seterusnya) menjadi negara pengutang terbesar Bank Dunia, dengan banyak penduduk yang masih berada dalam kemiskinan absolut. Pertanian India, terutama pertanian irigasinya adalah medan pertempuran terpenting dari strategi perang McNamara dalam memberantas kemiskinan.
Pada tahun 1982, Robert Wade -- peneliti kebangsaan Inggris -- menggambarkan korupsi yang sudah menjalar di badan administrasi irigrasi sebuah negara bagian yang terpencil di selatan India. Dia mengungkapkan, ternyata di beberapa daerah, sistem irigasi dibangun dan dioperasikan bukan untuk kepentingan petani gurem. Bahkan selanjutnya Wade mengatakan, kinerja buruk pada proyek-proyek irigasi kemungkinan akibat buruknya pengoperasian dan pemeliharaan irigasi. Kecenderungan yang terjadi adalah berlomba-lomba menaikkan jumlah pendapatan haram di antara staf badan administrasi irigasi dan para politikus di daerah itu.
Dalam studi kasusnya di selatan India ditemukan, 50 persen dana perawatan lenyap dikorupsi. Selain itu, para insinyur irigasi tampaknya memiliki iktikad buruk karena sering membuat pasokan air jadi tidak menentu, menutup pasokan air bagi perkampungan yang kekurangan, hingga penduduk terpaksa membayar uang sogokan untuk mendapatkan air. "Pendapatan dari uang sogokan akan semakin besar jika pasokan air semakin tidak menentu.
Lalu bagaimana penerapan “bantuan” donor Bank Dunia di Indonesia?apakah lolos dari usaha-usaha penyelewengan?.
Demikianlah sedikit pemaparan tentang Bank Dunia, yang ternyata (menurut saya) bukan lembaga yang tanpa “noda”.
Saya setuju terhadap pendapat bahwa seseorang menjabat di lembaga internasional tersebut pastilah orang pintar. Namun permasalahannya bukan tidak dihargainya seorang Sri Mulyani sebagai orang pintar akan menjabat di Bank Dunia. Uang negara sebesar Rp 6,7 triliyun tidaklah sedikit, ketidakjelasan kemana aliran dana tersebut hingga kini tidak jelas rimbanya. “Kepintaran” seseorang tidak lantas menghapuskan pertanggungjawaban atas dugaan penyelewengan uang negara yang harusnya digunakan untuk kepentingan Rakyat Indonesia.
Masih banyak orang pintar di Indonesia yang bermartabat dan sangat layak mendapat pengakuan Nasional maupun Internasional tanpa harus menjabat di kancah internasional, manfaatnya justru lebih kentara dan langsung terasa, contohnya Saur Marlina Manurung seorang sarjana Antropologi dan Sastra Indonesia di Universitas Padjadjaran, Bandung. Mengabdikan dirinya untuk pendidikan masyarakat kaum marginal dengan mendirikan “Sokola Rimba”, menetap untuk mengajar dan mendidik di kawasan pedalaman yang dihuni Suku Anak Dalam–orang banyak menyebutnya Suku Kubu, Jambi.
-Bobby Setenk-, 6 Mei 2010
Bacaan lanjut :
- “Menggadaikan Bumi”, Bruce Rich, penerbit: Infid 1999
- Wikipedia Indonesia, artikel “Bank Dunia”
- “Butet” Saur Marlina Manurung, beberapa artikel internet.
Sedemikian maha pentingkah jabatan di Bank Dunia?, apa dan bagaimana Bank Dunia?, dibawah ini saya akan paparkan sedikit;
International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) -- lebih dikenal sebagai World Bank/Bank Dunia -- merupakan sebuah lembaga keuangan internasional yang pertama. Didirikan pada 27 Desember 1945 setelah ratifikasi internasional mengenai perjanjian yang dicapai pada konferensi yang berlangsung pada 1 Juli–22 Juli 1944 di kota Bretton Woods. Markas Bank Dunia berada di Washington, DC, Amerika Serikat. Secara teknis dan struktural Bank Dunia termasuk salah satu dari badan PBB, namun secara operasional sangat berbeda dari badan-badan PBB lainnya.
Meskipun IBRD telah berkembang pesat selama beberapa dekade, struktur dasar dalam Anggaran Dasar tidak berubah. Anggaran Dasar tersebut menggambarkan prinsip-prinsip dan tujuan-tujuan organisasi secara umum, sementara untuk perincian operasional diserahkan kepada pihak manajemen Bank Dunia dan dewan direktur eksekutif.
Tujuan utama Bank Dunia adalah membantu pembangunan di negara anggota dengan memberikan fasilitas investasi dana untuk tujuan-tujuan yang produktif. Juga untuk menciptakan pertumbuhan perdagangan internasional dalam jangka panjang dan seimbang dengan cara mendorong investasi internasional. Dengan demikian membantu dalam meningkatkan produktivitas, standar hidup, dan kondisi buruh. IBRD melakukannya dengan jaminan investasi swasta serta pinjaman langsung yang diambil dari modalnya sendiri. Perbaikan dan pembangunan mendapatkan prioritas yang sama dalam aktivitas Bank Dunia.
Modal awal Bank Dunia sebesar 10 miliar dolar AS, senilai 70 atau 80 miliar dolar AS pada tahun 1993. Itu merupakan "jumlah yang besar" seperti yang diamati oleh para delegat di Bretton Woods, yakni "jauh melebihi modal bank mana pun".20 persen dari modal akan dibayarkan oleh negara-negara anggota dan sisanya (80 persen) akan "dicantumkan" sebagai jaminan. Rasio dari pembayaran sampai modal yang dapat diambil telah menurun selama bertahun-tahun. Pada tahun 1993 modal keseluruhan Bank Dunia 165,59 miliar dolar AS, dan hanya 10,53 miliar dolar dibayarkan.Jaminan oleh negara-negara industri utama (modal bank yang dapat diambil) membuat Bank Dunia dapat menaikkan uang untuk peminjaman dengan meminjam dari pasar modal internasional; Bank Dunia menarik bunga dari para peminjam sebesar setengah persen di atas ongkos peminjaman, menyimpan selisih bunga itu untuk membiayai pengeluaran operasional dan untuk menambah cadangan. Keanggotaan dalam IMF adalah prasyarat untuk dapat bergabung dengan Bank Dunia.
Bank Dunia hanya memberikan pinjaman untuk "proyek-proyek tertentu", yang dalam praktiknya adalah bendungan, jalan raya, pembangkit listrik, dan sebagainya. Bank Dunia harus memastikan bahwa dana pinjaman hanya digunakan untuk tujuan-tujuan yang sesuai dengan ketentuan penjaminan pinjaman, dengan perhatian pada pertimbangan atas ekonomi dan efisiensi, tanpa memandang pertimbangan atau pengaruh politik atau faktor nonekonomi yang lain".
Staf Bank Dunia akan melakukan kunjungan selama beberapa hari atau beberapa minggu ke negara sasaran. Hasil kunjungan itu kemudian digabungkan dengan riset data di belakang meja. Setelah itu, staf tersebut memerintahkan suatu pengumpulan data untuk menyusun rencana pembangunan bagi setiap aspek yang relevan dari kerangka sosial suatu negara.
Bank Dunia akan terus mengamati score pemerintah saat menyusun rencana tersebut, yang tentu saja akan berupaya meregulasi "setiap aspek yang relevan" dari masyarakat. Berdasarkan pengumpulan, penyaringan dan pengorganisasian informasi Bank Dunia, maka lembaga pendonor lainnya akan membantu memberikan dana untuk setiap elemen utama pembangunan yang dirumuskan di bawah pengawasan Bank Dunia.
Bank Dunia menekankan aspek kuantitas bukan kualitas dari proyek-proyek yang didanainya, sehingga salah satu syarat pendanaan pada suatu negara adalah terjaminnya “stabilitas” dibidang ekonomi. Hal tersebut memaksa pemerintah menerapkan privatisasi perusahaan-perusahaan negara, membuka selebar-lebarnya investasi asing (liberalisasi) dan diterapkannya upah buruh yang rendah.
Di bidang lingkungan hidup, perambahan hutan (deforestasi) dikonversi menjadi perkebunan sehingga dimaksudkan agar lebih bernilai ekonomis. Di era Presiden Suharto, pembukaan sejuta hektar lahan gambut (rawa) untuk dirubah menjadi perkebunan kelapa sawit. Kebijakan tersebut berakibat kehancuran ekologis, dikarenakan fungsi lahan gambut sebagai daerah resapan air dikonversi (alih fungsi) menjadi perkebunan, mengakibatkan bencana banjir besar.
Belum lagi mental-mental pemerintah korup di Negara yang menjadi donor Bank Dunia,
India bisa dijadikan contoh lain mengenai korupsi dan penyelewengan bantuan untuk kaum miskin, sejak negeri itu (dan tampaknya untuk seterusnya) menjadi negara pengutang terbesar Bank Dunia, dengan banyak penduduk yang masih berada dalam kemiskinan absolut. Pertanian India, terutama pertanian irigasinya adalah medan pertempuran terpenting dari strategi perang McNamara dalam memberantas kemiskinan.
Pada tahun 1982, Robert Wade -- peneliti kebangsaan Inggris -- menggambarkan korupsi yang sudah menjalar di badan administrasi irigrasi sebuah negara bagian yang terpencil di selatan India. Dia mengungkapkan, ternyata di beberapa daerah, sistem irigasi dibangun dan dioperasikan bukan untuk kepentingan petani gurem. Bahkan selanjutnya Wade mengatakan, kinerja buruk pada proyek-proyek irigasi kemungkinan akibat buruknya pengoperasian dan pemeliharaan irigasi. Kecenderungan yang terjadi adalah berlomba-lomba menaikkan jumlah pendapatan haram di antara staf badan administrasi irigasi dan para politikus di daerah itu.
Dalam studi kasusnya di selatan India ditemukan, 50 persen dana perawatan lenyap dikorupsi. Selain itu, para insinyur irigasi tampaknya memiliki iktikad buruk karena sering membuat pasokan air jadi tidak menentu, menutup pasokan air bagi perkampungan yang kekurangan, hingga penduduk terpaksa membayar uang sogokan untuk mendapatkan air. "Pendapatan dari uang sogokan akan semakin besar jika pasokan air semakin tidak menentu.
Lalu bagaimana penerapan “bantuan” donor Bank Dunia di Indonesia?apakah lolos dari usaha-usaha penyelewengan?.
Demikianlah sedikit pemaparan tentang Bank Dunia, yang ternyata (menurut saya) bukan lembaga yang tanpa “noda”.
Saya setuju terhadap pendapat bahwa seseorang menjabat di lembaga internasional tersebut pastilah orang pintar. Namun permasalahannya bukan tidak dihargainya seorang Sri Mulyani sebagai orang pintar akan menjabat di Bank Dunia. Uang negara sebesar Rp 6,7 triliyun tidaklah sedikit, ketidakjelasan kemana aliran dana tersebut hingga kini tidak jelas rimbanya. “Kepintaran” seseorang tidak lantas menghapuskan pertanggungjawaban atas dugaan penyelewengan uang negara yang harusnya digunakan untuk kepentingan Rakyat Indonesia.
Masih banyak orang pintar di Indonesia yang bermartabat dan sangat layak mendapat pengakuan Nasional maupun Internasional tanpa harus menjabat di kancah internasional, manfaatnya justru lebih kentara dan langsung terasa, contohnya Saur Marlina Manurung seorang sarjana Antropologi dan Sastra Indonesia di Universitas Padjadjaran, Bandung. Mengabdikan dirinya untuk pendidikan masyarakat kaum marginal dengan mendirikan “Sokola Rimba”, menetap untuk mengajar dan mendidik di kawasan pedalaman yang dihuni Suku Anak Dalam–orang banyak menyebutnya Suku Kubu, Jambi.
-Bobby Setenk-, 6 Mei 2010
Bacaan lanjut :
- “Menggadaikan Bumi”, Bruce Rich, penerbit: Infid 1999
- Wikipedia Indonesia, artikel “Bank Dunia”
- “Butet” Saur Marlina Manurung, beberapa artikel internet.
Langganan:
Komentar (Atom)
