Sabtu, 25 Februari 2017

TUHAN & GAMBARAN


 Saya teringat masa kecil dulu, kira-kira usia Sekolah Dasar. Ada sebuah permainan yang waktu itu di tempat saya dinamakan “gambaran”. Gambaran berbentuk selembar karton persegi panjang dengan ukuran kira-kira 30x15cm, yang terdiri dari gambar-gambar dalam kotak ukuran lebih kecil lagi kira-kira ukuran 6x3cm.


Gambar-gambar itu harus kita gunting sendiri menjadi satu-satu berbentuk seperti kartu. Biasanya (kalau tidak salah ingat) akan mendapat 36 kartu, yang memang ada nomor pada tiap-tiap gambar dalam kotak yaitu 1 sampai 36. Setahu dan seingat saya produsen mainan gambaran ini adalah “Gunung Kelud”, the one and only.   
Gambar pada lembar gambaran bisa bermacam-macam tema; ada cerita film, ada gambar tokoh pewayangan, gambar binatang dan yang paling favorit bagi saya dan teman-teman anak laki-laki adalah tentu saja gambar super hero seperti Superman, Batman, Spiderman, Hulk, Godam, Wonder Woman dan lain-lain. Cara bermain gambaran sepanjang yang pernah saya mainkan bersama teman-teman diantaranya adalah Tepokan; pemainnya berjumlah dua orang. Permainan yang satu ini, pemilihan kartunya oleh masing-masing pemainnya (disebut gacoan) adalah berdasarkan penilaian subyektiv si pemain. Maksudnya begini, misalnya menurut saya Spiderman adalah tokoh super hero yang paling keren, paling jagoan, paling hebat, banyak keunggulan, ya saya pilih gacoan kartu bergambar Spiderman. Cara bermainnya cukup sederhana, dua pemain saling berhadapan kemudian kartu gacoan diletakan ditelapak tangan masing-masing. Telapak tangan para pemain kemudian ditepukan kepada telapak tangan pemain lawan, seperti melakukan toss (hi-five). Saat kartu jatuh ke tanah (atau ke lantai) akibat pemain bertepukan, maka kartu siapa yang posisinya saat jatuh ke tanah dalam keadaan terbuka, maka dialah pemenangnya. 
Cara bermain yang lainnya adalah Saweran. Seperti namanya, cara bermainnya ya dengan cara disawer. Saweran bisa dimainkan lebih dari dua orang. Menentukan pemenangnya mirip dengan Tepokan, yakni kartu yang begitu jatuh di tanah dalam posisi terbuka, dialah pemenangnya. Namun bedanya, saweran bisa dimainkan ramai-ramai bersama teman-teman maka rasanya lebih seru dan menyenangkan. Para pemain memilih kartu gacoan berdasar gambar super hero favorit masing-masing; ada yang memilih Spiderman (saya ^_^), ada yang memilih Hulk, ada yang memilih Superman, ada yang memilih Iron Man, ada yang memilih Thor dan lain sebagainya. Kartu-kartu gacoan pemain dikumpulkan kepada salah satu pemain yang kemudian dia melemparkan kartu-kartu itu ke udara. Maka kartu-kartu pun berhamburan bagaikan daun kering yang rontok dari pohon.
Bayangkan jika peserta pemainnya lebih dari 5 orang, rasanya sangat menyenangkan saat melihat kartu-kartu yang berhamburan. Dan saat yang paling mendebarkan adalah ketika kartu-kartu itu mendarat di tanah, masing-masing pemain akan mencari gacoannya, apakah posisinya terbuka atau tertutup. Jika kartu gacoan bergambar super hero pilihannya dalam posisi terbuka girang rasanya hati. Tapi hingga belum didapatkan kartu gacoan yang hanya satu-satunya terbuka saat mendarat di tanah, belumlah ada pemenang. Maka dalam satu putaran, kartu-kartu dapat disawer beberapa kali hingga didapatlah satu-satunya kartu yang posisinya terbuka saat mendarat di tanah yang mana dialah pemenangnya, dialah jagoannya. Bagi yang gacoannya akhirnya menjadi satu-satunya yang terbuka, rasanya bangga sekali, seolah super hero pilihannyalah paling hebat. 
Biasanya selepas bermain gambaran, karena kartu-kartu gambaran kami bertema super hero atau jagoan, maka saya dan teman-teman melanjutkan bermainan gambaran tadi, tapi bukan memainkan kartunya namun membahas kehebatan masing-masing super hero yang menjadi jagoan pilihan masing-masing kami. Kami membahas sampai bahkan berdebat tentang kelebihan, kehebatan dan keahlian masing-masing super hero pilihannya. Misalnya bagi saya Spiderman itu keren, tangannya bisa mengeluarkan jaring, bisa menempel di tembok dan bisa menjerat lawan-lawannya. Dibalas oleh teman saya sebagai pengagum Superman, dia bisa terbang, matanya bisa mengeluarkan cahaya yang bisa menghancurkan benda-benda dan kebal peluru. Kemudian teman saya yang lain tidak mau kalah, super hero jagoannya adalah Hulk, tubuhnya kekar dan besar, tenaganya dahsyat, kebal peluru juga. 
Sampai akhirnya kami “saling menyerang” kelemahan super hero pilihan teman lainnya. “Spiderman apaan?, ga kebal peluru”, begitu cela teman saya. Saya tidak mau kalah tentunya, “Superman yang payah. Dikasih batu kripton doang semua kekuatannya ilang”, balas saya. “Hulk yang lucu, kalo udah ga marah jadi balik lagi ke orang biasa lemah, mana tinggal make celana pendek robek-robek doang lagi”, cela teman lain kepada yang memilih Hulk sebagai jagoannya. Hati rasanya dongkol juga sih mendapat cela-celaan kedapatan kelemahan jagoan-jagoan kami itu. Tapi herannya tiap celaan kelemahan kepada jagoan kami tetap saja jadi bahan tertawa bareng, ya paling tidak mencoba tetap tertawa walau dalam hati tetap dongkol juga. 
Jika jagoan utama kami habis dibahas kehebatan dan keunggulannya dan tentu saja kelemahannya, kami akan mencari jagoan lain yang akan dibanggakan. Misalnya saya setelah menjagokan Spiderman, jagoan alternativ saya adalah Flash, dia gerakannya sangat super cepat. Lalu teman saya jagoan alternativnya adalah Batman, dia misterius dan peralatannya canggih. Demikian teman-teman saya yang lainpun tidak ketinggalan mencari jagoan lainnya. Babak selanjutnya ya kembali lagi,…. cela-celaan mencari kelemahan jagoan pilihan teman lainnya, selanjutnya ya tawa berderai lagi. 
Acara membahas (dan saling mencela) jagoan kami ini tidak kalah serunya dengan memainkan gambaran dengan cara Tepokan atau Saweran, kami mengandalkan nalar dan pengetahuan kami untuk bisa mempresentasikan kelebihan jagoan pilihan kami tersebut, bahkan saat mencela kelemahan super hero jagoan pilihan teman lain pun kami mengandalkan logika dan nalar. Tapi sedang asik-asiknya acara “debat terbuka” itu ada saja salah seorang teman yang akhirnya berkata ; “ayo nih, Jagoan gue ga bakal pada bisa lo kalahin; ….. ALLAH !”. Serentak semua diam, tak bisa membantah atau malahan tidak ada yang berani membantah. Kebetulan saya dan teman-teman semua beragama Islam, siapa yang tidak sungkan dan bergetar hati mendengar kalimat ALLAH. Secara iman dan aqidah memanglah tidak terbantahkan, tapi masalahnya acara yang seharusnya tema dan konteksnya adalah bermain jadi langsung terasa tidak seru lagi, tidak menyenangkan lagi. Untuk beberapa saat suasana jadi hening, kemudian ada yang menyeletuk, “ah elo mah maennya Tuhan-nan”. Akhirnya acara bermain gambarannya malahan jadi bubar, semua pulang ke rumah masing-masing. 
Keesokan hari atau lusa, kembali lagi kami bermain gambaran. Yah, namanya juga anak-anak…. banyak seru-seruan, tapi ada juga momen ga serunya. Tapi tetap saja permainan gambaran super hero itu menyenangkan dan seru !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar