Teman-teman sudah pernah membaca atau mengetahui buku berjudul “The Zombie Survival Guide” yang ditulis oleh Max Brooks tahun 2003?. Bagi yang belum pernah membaca atau mengetahuinya, buku itu adalah semacam buku pedoman untuk dapat selamat saat kejadian Zombie Apocalypse (kiamat zombie) di bumi dengan menyebarnya sejenis virus bernama Solanum, yang menyerang saraf otak. Virus itu akan mengakibatkan manusia menjadi mayat hidup (Unliving Dead), yang kemudian disebut Zombie. Zombie akan kehilangan “kemanusiaannya” dan hanya mengenal insting paling dasar makhluk hidup yakni makan!. Masalahnya selera laparnya bukanlah kepada sayur-mayur melainkan daging segar!, termasuk daging manusia yang belum terinfeksi virus solanum menjadi daftar menunya.
Buku “The Zombie Survival Guide” boleh
ditanggapi serius oleh pembacanya khususnya mereka yang percaya bahwa kiamat
(Apocalypse) itu secara ilmiah akan terjadi dan tidak mesti merupakan peristiwa
ilahiah sebagaimana tertulis dalam kitab suci agama apapun. Salah satu “kiamat”
yang akan (dan sudah) terjadi adalah tersebarnya secara masiv dan global virus-virus
yang sangat berbahaya baik dikarenakan perang kimia ataupun dikarenakan
kecelakaan pada instalasi laboratorium penelitian. Virus-virus itu misalnya Flu
Burung (H5N1), Sapi Gila/Mad Cow (Bovine Spongiform Encephalophaty) dan virus
lainnya termasuk virus Solanum yang saya sebut diawal. Buku ”The Zombie
Survival Guide” yang berhalaman sekitar 250 lembar itu memang cukup serius
dalam penyusunanannya. Dimulai dari definisi virus solanum, gejala manusia yang
terinfeksi virus solanum kemudian berubah menjadi zombie, hingga yang paling
penting adalah tutorial para manusia yang selamat dari terjangkit virus (survivor)
dalam menghadapi ancaman atau serangan zombie. Mengapa diperlukan tutorial
dalam menghadapi para zombie?, karena selain mengincar manusia sehat sebagai
makanan, tergigit zombiepun dapat menularkan virus solanum yang akan merubah
manusia sehat menjadi zombie pula.
Pembuat film Zombieland mungkin terinspirasi dari buku Max
Brooks tersebut dan tentunya dari film-film bertema Zombie Apocalypse
pendahulunya. Namun berbeda dengan buku Max Brooks dan film pendahulunya yang 100%
bertema horror, film Zombieland bertema horror komedi!, namun tetap saja
ratingnya: “GORE” alias sadis dan
berdarah-darah. Memang sudah pernah ada film bertema zombie bergenre komedi
yakni Shaun Of The Dead, tapi ada
perbedaan dengan Zombieland. Film Zombieland diawali narasi yang dibawakan oleh
karakter seorang mahasiswa bernama Colombus yang digambarkan anti sosial
berkarakter gugup dan paranoid. Dalam narasinya dia berkata; “mengapa aku
selamat saat orang lain menjadi korban zombie adalah karena aku memiliki daftar
aturan”. Daftar aturan-aturan tersebut dituliskan pada sebuah jurnal. Berikut
beberapa daftar aturan yang disebut dalam film :
Rule #1 CARDIO : jika dalam kejaran zombie, jangan berlari
lurus.
Rule #2 DOUBLE TAP : Tembak atau hantam zombie pada kepala
dua kali untuk memastikan benar-benar mati.
Rule #3 BEWARE OF BATHROOM : Hindarkan buang air pada toilet
umum yang lazimnya berukuran terbatas dan berpintu keluar/masuk satu, karena
memudahkan zombie dalam menyerang.
Rule #4 (fasten your) SEATBELTS : Ini aturan yang sangat
dasar, mengenakan sabuk pengaman jika mengendarai mobil.
Rule #7 TRAVEL LIGHT : Hanya berpergian pada siang hari.
Rule #17 DON’T BE A HERO : Jangan bersikap sok jagoan.
Rule #18 LIMBER UP : Selalu merenggangkan otot-otot sehingga
selalu siap siaga segala kemungkinan buruk yang terjadi.
Rule #22 WHEN IN DOUBT, KNOW YOUR WAY OUT : Jika harus
terpaksa memasuki sebuah bangunan, harus mengetahui jalan/pintu keluar.
Rule #31 CHECK THE BACK SEAT : Jika akan mengendarai mobil,
periksa bangku belakang dari kemungkinan keberadaan zombie.
Rule #32 ENJOY THE LITTLE THINGS : seberat apapun keadaan
zombie apocalypse, tetap harus menikmati suasana jika dalam keadaan aman.
Adanya catatan-catatan yang menjadi aturan dalam menghadapi
kondisi Zombie Apocalypse itulah yang menjadi pembeda film ini dengan film-film
bertema zombie lainnya.
Dalam perjalanan menuju kediaman orangtuanya, Colombus
bertemu dengan seorang laki-laki bernama Tallahase dengan karakter terobsesi
membunuh zombie sebanyak-banyaknya dengan cara yang menurutnya keren. Hingga
kemudian bertemu dengan dua orang gadis kakak-beradik bernama Wichita dan
Little Rock. 4 orang Survivor dengan masing-masing karakter dan tujuan tersebut
kemudian dipersatukan oleh keadaan. Hal tersebut seolah merupakan kritik atas
individualisme. Catatan lainnya adalah dialog Colombus dengan Wichita, Colombus
berkata; “Hal terbaik dari Zombieland adalah, tidak perlu ada update status di
facebook”.
Klimaks film Zombieland adalah, Colombus melanggar aturannya
sendiri, yaitu aturan #17. Mengapa bisa demikian?.... tonton sendiri filmya!,
tar jadi spoiler* lagi.hahaha
(*ngerusak mood nonton bagi yang blom
nonton)
NB: Catatan subjektiv dari gw, tentu aja Emma Stone yang jadi Wichita. Bagia gw dia ………, keren :P
NB: Catatan subjektiv dari gw, tentu aja Emma Stone yang jadi Wichita. Bagia gw dia ………, keren :P
ZOMBIELAND
Distributor : Columbia Pictures
Tahun produksi : 2009
Directed : Ruben Fleischer
Pemeran : Jesse Eisenberg, Woody Harrelson, Emma Stone, Abigail Breslin & Bill Murray.
Penilaian : IMDb (7.7/10), Rottent Tomatoes (90%), GW (SEGER & GA NGEBOSENIN)
Distributor : Columbia Pictures
Tahun produksi : 2009
Directed : Ruben Fleischer
Pemeran : Jesse Eisenberg, Woody Harrelson, Emma Stone, Abigail Breslin & Bill Murray.
Penilaian : IMDb (7.7/10), Rottent Tomatoes (90%), GW (SEGER & GA NGEBOSENIN)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar