Senin, 14 November 2011

Bunga Kaktus

Tuhan....kenapa Kau jadikan aku seorang pecinta.
Apakah ini perasaan selintas atau benarkah aku mudah jatuh cinta?..aku tak tahu.
Logika menolak, namun hati berontak. 
Lalu manakah "setan" dan manakah "malaikat", 
manakah "ying" dan manakah "yang"?

Dia datang tiba-tiba, bermain dengan perasaan.
Dia sampaikan terlena, tapi kemudian dia menyangkalnya.
Dia memohon pengakuan ku, namun ketika dia dapatkan dia menyanggahnya.
Kemudian tiba-tiba pergi tanpa pesan, namun meninggalkan kesan.

Tutur kata, makian atau mungkin juga pujian nya meresap kedalam benak ku....., yang terdalam?entahlah.
Ku bilang ;.....Sial !! ...kamu mampu membuat ku merindu !

Dia bagaikan bunga..., bunga kaktus. Indah namun sulit diraih karena tumbuh di puncaknya yang tertinggi dan didukung duri-duri pula.

Nah....sekarang dia telah hilang dalam pandangan ku, meskipun tetap tinggal dalam bawah sadar ku.
Senantiasa aku mengingat kata mutiara nya....
"Cinta tidak dimulai dan berakhir sebagaimana yang terpikir oleh kita. Cinta adalah pertarungan, cinta adalah pertempuran dan cinta pun terus tumbuh."

Cinta memang tidak frigid, dia aktiv kemana saja, mencari dan menghinggapi siapa saja, tidak terduga dan terus tumbuh menjadi apa saja yang diinginkannya.
                                                                                                         Bobby, 23 Januari 2007

Tidak ada komentar:

Posting Komentar