Waktu smu saya tergila2 sama film ENCINO MAN, film debutnya Brendan Fraser sebelum jauh lebih nge-top di film The Mummy. Nah di film Encino Man itu pemain yang mengkilap selain Brendan Fraser yang jadi manusia purba adalah yang berperan jadi pendamping si Encino Man, yaitu si Pauly Shore yang berperan sebagai Stoney. Di film itu gayanya slenge'an and stylenya ala hypster flower generation. Ya itulah, film Encino Man sukses menghibur menurut saya karena dua orang itu.
Brendan Fraser (kiri) & Pauly Shore (kanan), dalam film Encino Man, Hollywood Pitures production, 1992
Tapi saya sedang membahas Pauly Shore. Film lain yang membuat karir Pauly Shore mengkilap di jamannya adalah film yang judulnya IN THE ARMY NOW. Kali ini Pauly Shore berperan sebagai tentara Amerika yang bertugas di divisi "water purification" atau dipanggil dengan sebutan "water boy". Jadi dia bersama timnya yang ngolah (yang bisa diasumsikan sebagai) air tinja agar bisa diminum oleh pasukan sebuah operasi militer. Jadi mereka ga seperti tentara reguler yang megang senjata. Tapi itu bukan tugas yang biasa, itu tugas yang sangat vital. Bayangkan jika sebuah batalyon dalam sebuah operasi tempur kena diare gara-gara minum air kotor atau (yang bisa diasumsikan sebagai) air tinja itu, hancur berantakanlah misi.
poster film In The Army Now. Hollywood Pictures production, 1994
Tapi, heiiy ..siapa yang menduga dari water boy malah menjadi pahlawan perang karena memporak-porandakan markas musuh di Libya sana. Tapi ini bukan film serius, ini film komedi. Pauly Shore emang spesialis film komedi. Dia juga seorang Stand-Up comedian juga sih.
Cerita tentang tinja, dulu waktu jaman nongkrong sama anak-anak komplek juga kalo begadang suka manggang lele dumbo hasil mancing di empang (kolam ikan di tanah yang di gali dengan kedalaman tertentu) orang secara diem-diem. Empangnya itu kepunyaan warga betawi yang banyak tinggal di belakang komplek. Empang itu selalu ada bilik buat (maap) buang aer besar atau (maap) boker orang-orang kampung situ, atau siapa aja sebenernya boleh boker disitu. Katanya sekalian buat makanan ikan di empang itu. Jadi "ngebantu" yang punya empang juga sebenernya jadi ga boros pakan ikan. Tapi emang lele dari empang itu ukurannya gede-gede, ya dasar tipe lele jumbo juga, tapi konon tinja juga memberi "nutrisi" tambahan ke ikan.
Percaya atau tidak lele dari empang yang ngambilnya secara diem-diem dan ada bilik buat boker itu rasanya (ternyata) ajib, gurih banget. Ya tentunya gurihnya bukan dari rasa tinja (mudah-mudahan), karena secara ilmiah lele atau ikan dalam tubuhnya memiliki enzim alami yang mampu mengurai/menetralisir kotoran dalam bentuk apapun (kecuali limbah pabrik kaya merkuri ya) menjadi energi atau daging yang enak dimakan. Ya temen yang ngolah ikannya juga jago sih, bagian jeroannya bersih di buang, jadi cuma ada daging dan tulangnya. Pertama mau makan ada sensasi "uji nyali" ala FEAR FACTOR, keingetan bilik pinggir empang dan bunyi "plung" trus langsung dirubung lele-lele lapar itu. Tapi namanya juga anak muda, jaman-jamannya edan, ya sikat aja....ya itu ternyata gurih.
Kalian musti coba.
Ya udah...segitu aja cerita saya. Kalian mau nunggu cerita apa lagi emang yang ada hubungannya dengan air (olahan) tinja?.
ga ada udah, haha :D
Ya udah...segitu aja cerita saya. Kalian mau nunggu cerita apa lagi emang yang ada hubungannya dengan air (olahan) tinja?.
ga ada udah, haha :D


Tidak ada komentar:
Posting Komentar