"NGOPI" atau minum kopi adalah ketika kamu membuat kopi, kamu meracik sendiri akan seperti
apa rasa kopi yang menurut kamu terenak dan ternikmat, dengan komposisi yang
kamu perkirakan sendiri apakah lebih banyak atau lebih sedikit kopinyakah,
gulanyakah, krimnyakah, susunyakah, coklatnyakah, kemudian volume airnya bahkan
ukuran dan bentuk gelas atau cangkirnya, semua itu akan berpengaruh kepada citarasa
yang menurutmu sendiri adalah kopi enak dan nikmat.
Untuk mencapai citarasa yang benar-benar sesuai, kamu harus mencoba berkali-kali sampai entah berapa gelas racikan kopi yang gagal memenuhi citarasa yang kamu inginkan. Tapi atas semua kegagalan itu kamu tidak akan berhenti, terus dan terus meracik kopi terbaikmu.
Adakalanya kamu menikmati kopi yang tersedia pada warung-warung kopi tradisional ataupun modern ala kafe, tapi tetap saja jenis dan citarasa kopinya kamulah yang pilih dan tentukan sendiri.
Adakalanya pula kamu memilih kopi cepat saji atau instan yang sudah terkemas dari pabrikan, kamulah yang memilih rasa kopi yang kamu inginkan. Meskipun sering kali kamu hanya bisa terima apa adanya rasa racikan kopi dari pabrikan, karena kamu tidak mampu meracik kopi kamu sendiri, atau kamu tidak punya pilihan lain, atau bahkan kamu tidak tahu bahwa sebenarnya ada kopi yang lebih nikmat yang sebenarnya lebih sesuai dan memenuhi citarasa dan seleramu, namun kamu …pasrah.
Demikian pula kehidupanmu, kamu harus meracik sendiri, ketika gagal kamu coba lagi berkali-kali sampai menurutmu mencapai kehidupan yang “enak dan nikmat”. Atau kamu harus memilih kehidupan “yang tersedia”, atau kamu terima apa adanya kehidupan bagaimanapun yang terjalani…pasrah.
Begitulah…, filosofi "ngopi", seperti menjalani kehidupan ini.
B. Revolta
12 Desember 2015
Untuk mencapai citarasa yang benar-benar sesuai, kamu harus mencoba berkali-kali sampai entah berapa gelas racikan kopi yang gagal memenuhi citarasa yang kamu inginkan. Tapi atas semua kegagalan itu kamu tidak akan berhenti, terus dan terus meracik kopi terbaikmu.
Adakalanya kamu menikmati kopi yang tersedia pada warung-warung kopi tradisional ataupun modern ala kafe, tapi tetap saja jenis dan citarasa kopinya kamulah yang pilih dan tentukan sendiri.
Adakalanya pula kamu memilih kopi cepat saji atau instan yang sudah terkemas dari pabrikan, kamulah yang memilih rasa kopi yang kamu inginkan. Meskipun sering kali kamu hanya bisa terima apa adanya rasa racikan kopi dari pabrikan, karena kamu tidak mampu meracik kopi kamu sendiri, atau kamu tidak punya pilihan lain, atau bahkan kamu tidak tahu bahwa sebenarnya ada kopi yang lebih nikmat yang sebenarnya lebih sesuai dan memenuhi citarasa dan seleramu, namun kamu …pasrah.
Demikian pula kehidupanmu, kamu harus meracik sendiri, ketika gagal kamu coba lagi berkali-kali sampai menurutmu mencapai kehidupan yang “enak dan nikmat”. Atau kamu harus memilih kehidupan “yang tersedia”, atau kamu terima apa adanya kehidupan bagaimanapun yang terjalani…pasrah.
Begitulah…, filosofi "ngopi", seperti menjalani kehidupan ini.
B. Revolta
12 Desember 2015

Tidak ada komentar:
Posting Komentar