Sebenarnya saya “Bobby Nasution”. Begini ceritanya; ayah mertua saya itu orang Batak Mandailing bermarga Nasution. Jodoh memang sudah diatur Tuhan, manusia hanya dapat menerka-nerka, berusaha semaksimal mungkin untuk mendapat pasangan yang tepat bagi dirinya dan berusaha menjauhi predikat dan kondisi Jones, alias Jomblo Ngenes. Saya yang berdarah Manado – Sunda ini bisa ketemu jodoh perempuan batak bermarga Nasution, ya karena itu tadi, …. Jodoh.
Secara adat, karena batak menerapkan sistem patriakal maka kalau menikahi perempuan batak sebenarnya sih tidak lantas si suami (non-Batak) berhak menyandang marga si istri. Tapi karena ayah mertua saya tidak memiliki anak laki-laki, kasihan juga tidak ada yang meneruskan Nasution lelaki. Ya sudah saya mengajukan diri memakai nama Nasution sebagai penghormatan kepada ayah mertua saya. Tapi secara predikat saja, karena saya menikahi anak perempuannya. Lagi pula marga Nasution di Indonesia salah satu marga Batak banyak menjadi “orang-orang besar”, paling tidak yang paling saya hafal; Abdul Haris Nasution dan Adnan Buyung Nasution. Ya sudah, bolehlah saya menjadi Bobby Nasution.
Kalau ada pertanyaan; “Ini ada hubungannya sama mantu Pak Jokowi yang juga bernama Bobby Nasution, yang hari ini 25 November 2017 menggelar resepsi pernikahan di Medan kah?”.
Ya ga ada, saya cuma cerita tentang saya aja, cuma namanya kebetulan sama-sama Bobby. Kebetulan yang tidak sengaja
🙂
Ya ga ada, saya cuma cerita tentang saya aja, cuma namanya kebetulan sama-sama Bobby. Kebetulan yang tidak sengaja
Lanjut ngopi…
-Bobby Revolta, eh .. Bobby Nasution, 25 November 2017-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar